Materi pelajaran sekolah yang bisa diakses melalui internet saat ini sudah
sangat banyak yang tersedia dan untuk Rangkuman Materi IPS Kelas VI SD akan
bisa dengan mudahnya didapatkan dibawah ini .
Banyak tugas tugas atau materi pelajaran sekolah yang sekarang ini oleh para
guru menugaskan anak murid didikannya untuk mencari dan mendapatkannya dengan
mengakses Internet.Dan oleh karena demikianlah,maka Admin semaksimal mungkin
memberikan kelengkapan info untuk materi pelajaran yang dibutuhkan. salah
satunya yang bisa langsung anda dapatkan adalah untuk Rangkuman Materi IPS
Kelas VI SD Lengkap yang ada berikut ini :
BAB 1 PERKEMBANGAN WILAYAH DAN SISTEM PEMERINTAHAN DI NDONESIA
A. Perubahan Wilayah Provinsi di Indonesia
B. Perubahan Wilayah Laut Indonesia
C. Perkembangan Sistem Pemerintahan di Indonesia
A. Perubahan Wilayah Provinsi di Indonesia
Pada awalnya berdiri negara kesatuan Republik Indonesia terdiri atas 8 provinsi
yang ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada
tanggal 19 Agustus 1945 yaitu sebagai berikut:
-Sumatra
-Jawa Barat
-Jawa Tengah
-Jawa Timur
-Sunda Kecil (kepulauan Nusa Tenggara)
-Kalimantan
-Sulawesi
-Maluku
Pada tahun 1950, provinsi di Indonesia jumlahnya 11. Hasil pemekaran dari
Provinsi Sumatra yaitu Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Tengah dan Sumatra
Selatan. Provinsi Jawa Tengah dimekarkan menjadi Provinsi Jawa Tengah dan
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Perkembangan jumlah provinsi di Indonesia adalah sebagai berikut :
- Pada tahun 1956, jumlah provinsi di Indonesia adalah 15 provinsi.
- Pada tahun 1957,jumlah provinsi di Indonesia ada17 provinsi.
- Pada tahun 1958, provinsi di Indonesia berjumlah 20 provinsi.
- Pada tahun 1959, provinsi di Indonesia berjumlah 20 provinsi.
- Pada tahun 1960, provinsi di Indonesia berjumlah 21 provinsi.
- Pada tahun 1967, provinsi di Indonesia berjumlah 25 provinsi.
- Pada tahun 1969, provinsi di Indonesia berjumlah 26 provinsi.
- Pada tahun 1976 , Timor Timur bergabung dengan Indonesia dan menjadi provinsi
ke 27.
- Pada tahun 1999, Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia dan Provinsi
Maluku dimekarkan menjadi Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara.
- Pada tahun 2000, Provinsi di Indonesia berjumlah 32 provinsi.
- Pada tahun 2002,Provinsi di Indonesia berjumlah 33 provinsi.
- Pada tahun 2004,Provinsi di Indonesia berjumlah 33 provinsi.
B. Perubahan Wilayah Laut Indonesia
Wilayah Indonesia pada saat proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945
masih mengikuti Territoriale Zee en Maritieme Ordonantie tahun 1939. Lebar laut
wilayah Indonesia 3 mil diukur dari garis air terendah dari masing-masing
pantai pulau Indonesia, penetapan tersebut tidak menjamin kesatuan wilayah
NKRI. Hal ini lebih terasa lagi bila dihadapkan pada pergolakan-pergolakan
dalam negeri pada saat itu. Mengingat keadaan lingkungan alamnya, persatuan
bangsa dan kesatuan wilayah negara menjadi tuntunan utama bagi terwujudnya
kemakmuran dan keamanan. Atas pertimbangan tersebut, maka dikeluarkan Deklarasi
Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957.
Deklarasi Djuanda menyatakan bahwa letak geografis Indonesia adalah negara
kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau besar dan kecil dengan sifat dan corak
tersendiri. Deklarasi tersebut juga menyatakan bahwa demi keutuhan teritorial
dan untuk melindungi kekayaan negara yang ada di dalamnya, pulau-pulau serta
laut yang ada harus dianggap sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh, yang
ditetepkan UU No:4/Prp Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia.
Sejak tahun 1960 luas wilayah berubah dari + 2 juta km2 menjadi + 5 juta km2,
dengan 65 % wilayahnya terdiri atas laut atau perairan. Perairan laut Indonesia
berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional di Jamaika tahun 1982 dibagi
menjadi 3 bagian yaitu :
* Batas laut teritorial yaitu 12 mil dari titik terluar sebuah pulau ke laut
bebas,. Berdasarkan batas tersebut, negara Indonesia memiliki kedaulatan atas
air, bawah laut, dasar laut, dan udara di sekitarnya termasuk kekayaan alam di
dalamnya.
* Batas landas kontinen sebuah negara paling jauh 200 mil dari garis dasar ke
laut bebas dengan kedalaman tidak lebih dari 200 meter. Ladas kontinen adalah
dasar laut dari arah pantai ke tengah laut dengan kedalaman tidak lebih dari
200 meter.
* Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) ditarik dari titik terluar pantai sebuah pulau
sejauh 200 mil. Dengan bertambahnya luas perairan Indonesia, maka kekayaan alam
yang terkandug di dalamnya bertambah pula. Oleh karena itu, Indonesia
bertanggung jawab untuk melestarikan dan melindungi sumber daya alam dari
kerusakan.
BAB 2 KENAMPAKAN ALAM DAN KEADAAN SOSIAL NEGARA-NEGARA TETANGGA DI ASIA
TENGGARA
A. Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial Negara-negara Asia Tenggara
B. Membandingkan Kenampakan Alam Indonesia dengan Kenampakan Alam Negara-negara
Lain di Asia Tenggara
C. Membandingkan Keadaan Sosial Negara Indonesia dengan Keadaan sosial
Negara-negara di Asia Tenggara
A. Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial Negara-negara Asia Tenggara
ASEAN atau perkumpulan negara-negara Asia Tenggara awalnya terbentuk melalui
konferensi Bangkok 8 Agustus 1967, dengan lima anggota yaitu :
* Indonesia,
* Filipina,
* Thailand, dan
* Malaysia,
* Brunai Darussalam ( Bergabung 7 Januari 1984 )
* Vietnam ( Bergabung 8 Juli 1995 )
* Myanmar ( Bergabung 23 Juli 1997 )
* Laos ( Bergabung 23 Juli 1997 ) .., dan
* Kamboja ( Bergabung 16 Desember 1998 ) ..,Sehingga sekarang menjadi 10 Negara
Anggota Asean.
B. Membandingkan Kenampakan Alam Indonesia dengan Kenampakan Alam Negara-negara
Lain di Asia Tenggara
Asia Tenggara terletak pada 28’LU-11’LS dan 92’BT-141’BT.
Batas-batas wilayah :
Utara : Asia Timur dan Samudra Pasifik
Selatan : Samudra Hindia
Timur : Samudra Pasifik
Barat : Samudra Hindia dan Teluk Belangga
C. Membandingkan Keadaan Sosial Negara Indonesia dengan Keadaan sosial
Negara-negara di Asia Tenggara
Brunai Darussalam
Gunung yang tertinggi ialah Gunung Pagon. Sungai Belait merupakan sungai
terpanjang di negara ini. Brunei Darussalam adalah suatu negara kesultanan
dengan ibu kota Bandar Seri Begawan. Kepala negara Brunei Darussalam adalah
sultan dan kepala pemerintahannya juga sultan. Sebagian besar penduduknya
adalah orang Melayu. Bahasa kebangsaannya adalah Melayu dan agama resmi adalah
agama Islam. Brunei Darussalam terkenal sebagai pengekspor minyak mentah, gas
alam, dan produk minyak karena terkenal makmur.
Malaysia
Malaysia adalah sebuah negara kerajaan dengan ibu kota Kuala Lumpur. Kepala
negara Malaysia adalah raja Sedangkan kepala pemerintahannya perdana menteri.
Wilayah Malaysia terdiri dari Malaysia Barat (bagian selatan Semenanjung
Malaka) dan Malaysia Timur (Serawak dan Sabah) di pulau Kalimantan bagian
utara. Penduduk aslinya Melayu. Bahasa resminya Malaysia (Melayu). Agama
mayoritas Islam. Mata pencaharian penduduk pertanian, prtambangan, dan
perindustrian. Pertambangannya menghasilkan bijih timah (terbesar di dunia),
Singapura
Singapura adalah sebuah negara republik dengan ibu kota ingapura. Kepala negara
Singapura adalah presiden, kepala pemerintahannya adalah perdana menteri.Bahasa
resmi Singapura bahasa Inggris. Dari hasil industrinya, Singapura mengekspor
mesin dan alat transportasi, alat elektronik, barang-barang konsumsi, bahan
kimia & produk olahan minyak. Singapura termasuk negara AsiaTenggara yang
berpendapatan paling tinggi.
Thailand
Thailand adalah negara kerajaan dengan ibu kota Bangkok.Thailand merupakan
satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah negara Eropa.
Kepala negara Thailand adalah raja, sedangkan kepala pemerintahannya adalah
perdana menteri. Sebagian besar penduduk Thailand menganut agama Buddha. Bahasa
kebangsaan Thailand adalah bahasa Thai. Mata pencaharian penduduk Thailand
adalah pertanian, kehutanan, pertambangan, dan industri. Penghasil beras
terbesar di Asia dan tiga sedunia (dijuluki Gajah Putih, negara Seribu Pagoda
& Lumbung padi ASEAN)
Fillipina
Filipina adalah negara yang berbentuk republik dengan ibu kota Manila. Kepala
negara Filipina adalah presiden dan kepala pemerintahannya juga presiden. Salah
satu bahasa aslinya adalah bahasa Tagalog yang ditetapkan sebagai bahasa
kebangsaan. Sebagian besar penduduk Filipina menganut agama Katolik. Agama
Islam dianut oleh sebagian penduduk Filipina di bagian selatan. Penduduk
aslinya adalahMata pencaharian penduduk Filipina adalah pertanian,
pertambangan, dan industri. Komoditi ekspor Filipina terdiri atas gula, kopra,
kayu, nanas, bijih tembaga.
Vietnam
Vietnam adalah negara berbentuk republik sosialis. Kepala negaranya adalah
presiden dan kepala pemerintahannya adalah perdana menteri. Ibu kota negara
Vietnam adalah Hanoi. Penduduk Vietnam menganut agama Buddha, Konghucu, dan
Taoisme. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Vietnam. Perekonomian
sebagian besar penduduk Vietnam adalah pertanian. Padi merupakan hasil utama pertanian
di Vietnam. Industri di Vietnam meliputi tekstil, semen, pupuk, kaca, dan ban.
Pertambangan di Vietnam menghasilkan emas, bijih besi, timah, gamping, fosfat,
tungsten (wolfram), dan seng. Hasil hutannya adalah bambu, kina, kayu, dan kayu
manis. Terdapat dua sungai penting yaitu Mekong dan S. Songka.
Kamboja
Bentuk pemerintahan negara Kamboja adalah kerajaan. Dipimpin oleh raja,
sedangkan kepala pemerintahannya adalah perdana menteri. Ibu kota Phnom Penh.
Bahasa resmi penduduk Kamboja adalah bahasa Khmer. Sebagian besar penghidupan
penduduknya di sektor pertanian.
Myanmar
Myanmar merupakan negara republik dengan kepala negara seorang presiden,
sedangkan kepala pemerintahan seorang perdana menteri. Bahasa resmi penduduk
Myanmar adalah bahasa Myanmar.
Laos
Merupakan negara yang berbentuk republik dengan kepala negara presiden dan
kepala pemerintahan perdana menteri. Laos termasuk salah satu negara termiskin
di dunia. Rakyatnya hidup di sektor pertanian yang menghasilkan beras, jagung,
tembakau, jeruk, dan kopi. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Lao.
Sebagian besar penduduk Laos beragama Buddha.
Timor Leste
Timor Leste atau Timor Lorosae merupakan negara republik yang belum lama
merdeka. Negara ini melepaskan diri dari Republik Indonesia, sebagai provinsi
ke-27 pada tahun 1999. Presiden pertamanya Xanana Gusmao. Penduduk Timor Leste
sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Bahasa yang digunakan
adalahbahasa Indonesia dan Portugal. Sebagian besar penduduk Timor Leste
beragama Katolik.
BAB 3 KENAMPAKAN ALAM DAN KEADAAN SOSIAL NEGARA-NEGARA DI DUNIA
A. Ciri-ciri Utama Kenampakan Alam Dunia
B. Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial Negara-negara di Dunia
C. Menggambar Peta Benua dan Dunia
A. Ciri-ciri Utama Kenampakan Alam Dunia
- Letak dan Batas Benua
Benua adalah merupakan sebuah wilayah atau daratan yang sangat luas.
Beberapa yang masuk Benua antara lain :
- Asia (terluas),
- Afrika, Australia (tersempit),
- Eropa, dan Amerika.
- Puncak tertingginya Mount Everest (Gunung Himalaya) di India,
- Gunung berapi tertinggi adalah Kalimanjoro di Afrika,
- Jembatan/terusan terpanjang di dunia adalah terusan Zues yang menghubungkan
laut merah dan di Mesir,
- Sungai terpanjang adalah sungai Nil di Mesir
B. Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial Negara-negara di Dunia
1. Asia
a. Asia Barat (Timur Tengah)
Ciri khas kenampakan alam wilayah Timur Tengah yaitu tanahnya gersang,
kebanyakan berupa gurun pasir atau padang pasir Bangunan abadi yang ada di
wilayah ini terdapat di Arab Saudi, yaitu Kakbah di kota Mekah sebagai arah
salat (kiblat) bagi umat Islam
b. Asia Timur
Di daratan Cina Utara hidup beruang terkenal, disebut Panda. Bangunan buatan
manusia yang sangat terkenal di dunia, yaitu Tembok Besar Cina.
c. Asia Tengah
Tanahnya relatif gersang dan beriklim dingin.
d. Asia Selatan
Bangunan buatan manusia yang sangat terkenal adalah Istana Taj Mahal yang ada
di India. Pada intinya Asia Selatan adalah satu rumpun dengan India.
e. Asia Tenggara
Wilayah ini termasuk subur untuk pertanian. Vietnam dan Thailand bahkan sempat
dijuluki gudang beras Asia Tenggara. Bangunan buatan manusia yang termasyhur
adalah Borobudur di Indonesia dan Angkor Wat di Bangkok.
2. Benua Eropa
Batas-batas Benua Eropa adalah sebagai berikut.
v Utara : Laut Arktik
v Selatan : Laut Tengah
v Barat : Samudra Atlantik
v Timur : Pegunungan Ural
a. Eropa Barat
Bangunan buatan manusia yang sangat terkenal di dunia adalah Menara Eifel yang
ada di kota Paris, Prancis. Bangunan lainnya adalah bendungan-bendungan teluk
dan kincir angin, yang ada di Belanda.
b. Eropa Utara
c. Eropa Selatan
Wilayah negara ini relatif bergunung-gunung berada pada iklim sedang. Bangunan
yang terkenal adalah Istana Paus di Vatikan, Menara Pisa, dan Colloseum di
Italia.
d. Eropa Timur
Negara-negara di Eropa Timur meliputi Polandia, Republik Ceko, Slowakia,
Hongaria, Rumania, Bulgaria, dan Albania.
e. Kawasan Balkan
Di samping negara-negara yang telah disebutkan di atas, ada negara-negara yang
disebut kawasan Balkan, yang sebagian adalah negara Eropa Timur dan Eropa
Selatan.
3. Benua Afrika
Batas-batas Benua Afrika adalah:
v Batas timur adalah Laut Merah, Benua Asia, Samudra Hindia.
v Batas selatan adalah Samudra Hindia.
v Batas barat adalah Samudra Atlantik.
v Batas utara adalah Laut Tengah.
Disebut juga benua hitam karena sebagian besar penduduknya berkulit hitam
(negro). Tedapat Gurun Sahara (terluas di dunia), Sungai Nil (6.671 km) di
Mesir dan Sudan (terpanjang di dunia). Bangunan buatan manusia yang paling
terkenal di Afrika terdapat di Mesir, yaitu Piramida dan Spinx serta terusan
Zues yang menghubungkan laut merah dan laut tengah.
4. Benua Amerika (negeri Paman Sam)
batas-batas Benua Amerika adalah:
v Batas timur adalah Samudra Atlantik.
v Batas selatan adalah Samudra Pasifik.
v Batas barat adalah Samudra Pasifik.
v Batas utara adalah Laut Arktik.
Penduduk aslinya adalah suku Indian, sungai terluasnya Amazon. Di Amerika
terdapat negara penghasil kopi terbesar di Dunia yaitu Brazil.
5. Benua Australia
Penduduk asli Australia adalah Aborigin. Terkenal dengan peternakan domba dan
penghasil woll terbesar di Dunia
BAB 4 GEJALA ALAM DI INDONESIA DAN NEGARA TETANGGA
A. Gejala Alam di Indonesia dan Negara Tetangga
B. Cara Menghadapi Bencana Alam
A. Gejala Alam di Indonesia dan Negara Tetangga
Indonesia dan beberapa negara tetangga lainnya memiliki gejala alam yang
beberapa diantaranya hampir serupa seperti :
** Gunung Meletus
** Gempa Bumi
** Tsunami
** Banjir
** Badai/Topan
B. Cara Menghadapi Bencana Alam
** Gunung Meletus
Menghadapi bencana Gunung Meletus beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1) Mengetahui secara pasti tempat dan jalur evakuasi dan tempat penampungan
2) Menghindari daerah rawan gempa, seperti lereng gunung, dan alliran lahar
3) Membuat bunker-bunker perlindungan dan saluran lahar
4) Memakai masker hidung dan mulut
** Gempa Bumi
Untuk mengantisipasi bencana gempa ada beberapa langkah yang harus dan
dilakukan:
1) Membuat rumah atau bangunan yang tahan terhadap getaran atau tahan gempa.
2) Mengikuti penyuluhan tentang bencana alam yang diadakan pemerintah
atau lembaga terkait.
3) Mempersiapkan anggota keluarga untuk menghadapi keadaan darurat.
Caranya dengan mencoba beberapa cara penyelamatan. Siapkan perbekalan
pengungsian, kenali tanda-tanda peristiwa, patuhi setiap ketentuan
saat terjadi gempa, dan pastikan keberadaan anggota keluarga.
4) Membentuk kelompok-kelompok siaga di masyarakat. Antarkelompok harus selalu
terjalin komunikasi.
** Tsunami
Ada beberapa langkah yang harus diketahui dan diterapkan masyarakat.
1) Masyarakat harus menghafalkan karakteristik gempa yang potensial
menyebabkan tsunami. Gempa besar yang berpusat di dasar laut bisa
menimbulkan suara gemuruh berkepanjangan.
2) Meningkatkan kewaspadaan saat berwisata di kawasan pantai.
3) Mengetahui secara pasti langkah darurat dan tempat-tempat evakuasi.
4) Menjaga kelestarian tanaman mangrove/bakau di pantai.
** Banjir
Secara garis besar Banjir sering kali terjadi akibat dari rusaknya ekosistem
seperti hutan gundul,sampah dll. Solusinya :
1) Menjaga kelestarian lingkungan. Misalnya dengan membuat terasering,
Menghijaukan bukit, dan memelihara saluran drainase.
2) tidak membangun rumah secara sembarangan di perbukitan dan bantaran sungai.
3) Menghentikan penambangan liar.
** Badai / Topan
1) Membuat bangunan yang kuat dari sisi rancang bangun dan tahan terhadap
tiupan atau pusaran angin
2) Mengurangi penggunaan bahan-bahan yang mudah terbang dalam pembuatan rumah
atau bangunan.
3) Menggalakkan penghijauan untuk mengurangi dan meredam gaya angin.
BAB 5 PERANAN INDONESIA PADA ERA GLOBAL
A. Globalisasi dalam Kehidupan Masyarakat
B. Dampak Globalisasi
C. Peranan Indonesia di Era Globalisasi
D. Latar Belakang Adanya Perusahaan Asing di Indonesia
A. Globalisasi dalam Kehidupan Masyarakat
Perkembangan teknologi dan komunikasi menyebabkan hilangnya batas-batas negara
tersebut, orang dengan mudah dapat menghubungi kerabat atau temannya di negara
lain dengan menggunakan telepon dan dengan mudah melihat kondisi suatu negara
melalui media televisi. Kecanggihan teknologi telepon juga terus berkembang.
Sekarang orang dengan mudah melakukan komunikasi dengan orang lain tanpa perlu
jaringan kabel. Bahkan dengan video call orang sekarang dapat melihat wajah
orang yang diajak bicara secara langsung.
B. Dampak Globalisasi
** Dampak Positif
1. Masyarakat Semakin Maju
Globalisasi menyebabkan masyarakat dengan mudah menerima berbagai teknologi
baru dari negara lain. Perkembangan teknologi semakin meluas hingga ke seluruh
dunia. Mobil, motor, dan barang-barang elektronik dengan berbagai tipe dan merk
semakin mudah didapatkan.
2. Semangat Kerja Meningkat
Salah satu akibat dari globalisasi adalah persaingan yang semakin cepat. Kita
harus berjuang untuk sejajar dengan negara maju.
3. Ruang Sosial Semakin Terbuka
Berkat kemajuan teknologi manusia dapat berkomunikasi dengan mudah. Dengan
fasilitas-fasilitas yang ada kamu dapat membuka luas pergaulanmu di seluruh
penjuru dunia. Dengan e-mail, chatting, telepon, dan video call kamu dapat
“menjumpai” teman-temanmu
4. Pertukaran Budaya
Globalisasi menyebabkan budaya asing masuk dalam budaya suatu negara dengan
mudah. musik rock Merek merek pakaian lengkap dengan aksesori dari luar negeri
banyak dijumpai dijual di mal atau dipakai orang. Budaya lokal semakin banyak
yang tidak diminati.
Miras, nakotika juga turut menggerogoti sebagian masyarakat.
5. Pasar Semakin Luas
Globalisasi ekonomi menyebabkan hasil produksi dalam negeri dapat dijual di
luar negeri. Akan tetapi, ada syaratnya, yaitu produk tersebut harus mempunyai
daya saing tinggi.
** Dampak Positif
1. Membanjirnya Produk Luar Negeri
Mulai dari berbagai barang elektronik, mobil, dan motor adalah produk milik
perusahaan di luar negeri. Ditambah lagi dengan berbagai produk yang biasa
digunakan sehari-hari sepert jarum, pulpen, pensil, mainan anak-anak, pakaian,
dan sepatu. Barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti sabun mandi, pasta
gigi, dan detergen juga diproduksi oleh perusahaan asing.
2. Ketergantungan terhadap Negara Maju
Sarana dan prasarana ekonomi di negara berkembang masih kurang. Oleh karena
itu, negara berkembang akan berlomba-lomba mencari pinjaman modal kepada negara
maju. Akibatnya, negara maju yang memberi pinjaman dapat mengelola sumber daya
di negara berkembang dengan bebas.
3. Lapangan Kerja Semakin Sempit
Tenaga kerja Indonesia tidak hanya bersaing dengan tenaga kerja dalam negeri.
4. Kerusakan Lingkungan Hidup
Tuntutan kemajuan mengharuskan negara-negara melakukan berbagai cara. Salah
satunya dengan usaha mengeksploitasi sumber daya tanpa perlu mempertimbangkan
kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Akibatnya, polusi udara semakin
merajalela. Pencemaran semakin tidak terkendali. Belum lagi sumber daya alam
banyak yang rusak. Alam pun akhirnya menjadi korban globalisasi.
5. Nilai-Nilai Sosial Semakin Hilang
Masyarakat semakin mementingkan diri sendiri. Nilai kebersamaan dalam gotong
royong dan musyawarah sudah mulai hilang.
C. Peranan Indonesia di Era Globalisasi
Dalam kerja sama dengan lur negeri Indonesia menganut politik luar negeri bebas
aktif, artinya Indonesia bebas “tidak ikut dalam blok negara manapun” dan aktif
“Indonesia turut ikut serta menjaga perdamaian dunia dan menjalin kerja sama
yang menguntungkan dengan negara lain.
D. Latar Belakang Adanya Perusahaan Asing di Indonesia
Hal mendasar yang melatar belakangi adanya perusahaan asing di Indonesia
disebabkan oleh karena kekayaan alam Indonesia yang sudah termasyur dan juga
alasan kuat lainnya adalah indonesia memiliki antara lain :
a. Ketersediaan bahan baku
b. Tersedinya banyak pekerja dan murah
c. Banyak konsumen
d. Jaminan keamanan dan kepastian hukum
e. Lahan yang luas dan strategis
BAB 6 KEGIATAN EKSPOR DAN IMPOR
A. Pengertian Ekspor dan Impor
B. Kegiatan Ekspor dan Impor Indonesia
C. Manfaat Kegiatan Ekspor dan Impor
D. Mencintai Produk Dalam Negeri
A. Pengertian Ekspor dan Impor
EKSPOR adalah kegiatan menjual atau mengirim barang dagangan ke luar negeri
sesuai dengan ketentuan pemerintah dengan pembayaran valuta asing. Pelakunya
disebut Eksportir. Izin untuk melaksanakan ekspor diterbitkan dalam bentuk
Surat Pengakuan Eksportir dan kepada eksportir yang bersangkutan diberi Angka
Pengenal Ekspor (APE). Ekspor menghasilkan alat pembayaran luar negeri yaitu
devisa.
IMPOR adalah kegiatan perdagangan dengan cara memasukkan barang-barang dari
luar negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah dengan pembayaran valuta asing.
Komoditi adalah setiap barang atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumennya. Pelakunya disebut Importir. Izin dari pemerintah kepada
importir dikeluarkan dalam bentuk TAPPI (Tanda Pengenal Pengakuan
Importir).Untuk melindungi ekonomi dalam negeri pemerintah meningkatkan bea
cukai untuk barang-barang impor.
B. Kegiatan Ekspor dan Impor Indonesia
Ekspor Indonesia meliputi :
1. Minyak dan Gas ( MIGAS )
Gas alam diekspor dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG).
2. Non MIGAS
a. Hasil Pertanian
Yang diekspor antara lain kelapa sawit, kopra, kopi, teh, tembakau, cengkih,
karet, dan rempah-rempah. Komoditas perikanan yang diekspor adalah hasil
penangkapan di laut dan hasil budi daya.
b. Hasil Hutan
Yang diekspor Indonesia antara lain kayu, damar, dan rotan.
c. Industri dan Kerajinan
yang diekspor adalah kayu lapis, kain tenun, dan bahan anyaman, barang-barang
meubel
d. Jasa
Selain barang, Indonesia pun mengekspor jasa.
Contoh ekspor di bidang jasa adalah kegiatan pariwisata dan pengiriman tenaga
kerja.
C. Manfaat Kegiatan Ekspor dan Impor
1. Meningkatkan hubungan antar negara
2. Mendorong kemajuan IPTEK
3. Kemajuan tiap negara tercukupi
4. Memperoleh keuntungan
5. Memperluas lapangan kerja
D. Mencintai Produk Dalam Negeri
Cinta produk dalam negeri bertujuan untuk mengingatkan pada konsumen khususnya
masyrakat Indonesia bahwa komoditi hasil produksi salam negeri juga tidak kalah
berkualitasnya dengan proksi luar negeri.