.post-body { line-height:1.8em; letter-spacing: 0.1px; Word-spacing:0.5px; }
Latest Updates

Refleksi Hardiknas 2019




Bismillah,..
Pendidikan seyogyanya identik dengan sekolah terutama sekolah formal semisal Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama(SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) atau pun Perguruan Tinggi.

Namun dunia pendidikan itu sejatinya bukan di bangku sekolah saja, kita bisa belajar dan mengajar dimana saja Dan Kepada siapa saja. Karena pendidikan Ada lah hak semua anak bangsa dan belajar adalah keniscayaan untuk menjadi manusia yg manusiawi.

Manusia yang manusiawi, saya artikan sebagai kata lain manusia yang berbudi pekerti Dan berakal. Tahu mana yang salah Dan benar, tahu mana yang cela, mampu bersikap Dan bertutur kata sesuai norma.

Akhirnya, semoga Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 ini Membawa perubahan bagi dunia pendidikan Indonesia. Karena salah satu tolak ukur terpenting dari maju tidaknya suatu negara adalah Seberapa tinggi IPM manusianya.

Ketika kita berbicara mengenai pendidikan maka kita akan berbicara mengenai guru. Karena guru memegang peranan penting dan bisa di katakan merupakan pondasi dari sebuah peradaban pembangunan bangsa. Guru dituntut untuk menjadi garda pembangunan manusia Indonesia. Oleh karena itu, mereka di tuntut mampu memberikan terobosan-terobosan pemikiran guna percepatan peningkatan dunia pendidikan. Mereka dituntut kreatif Dan aktif demi terciptanya pendidikan Manusia Indonesia yang lebih baik.

Akhirnya, kita jangan lupa. Pendidikan adalah tugas kita bersama, semua elemen. Baik itu pemerintah selaku penyelenggara, guru Dan sekolah selaku perantara Dan siswa serta orang tua sebagai objek dari pendidikan itu sendiri.

Mari kita bersama-sama berbuat untuk bangsa ini, jangan hanya bisa nyinyir tak jelas yang hanya menambah beban bangsa Dan pemerintah. Kita ambil bagian kita masing-masing demi Indonesia🇮🇩 jaya !!

Hormat saya,

Lalu Ismayadi
Writer in "Berbagi Ilmu"
laluismayadi.blogspot.com
— at Morning Bakery

Pengertian Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik


Perkembangan anak yang paling penting adalah selama lima tahun pertamanya, atau biasa juga disebut sebagai tahapan usia balita. Setelah itu, anak akan memasuki tahap pendidikan formal. Pada setiap tahap perkembangan anak di dalam dunia pendidikan, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan karena menjadi acuan untuk menilai sejauh mana kemajuan perkembangan anak tersebut. Faktor – faktor yang penting tersebut adalah aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.


Konsep tentang kognitif, afektif, dan psikomotorik ini juga dikenal dengan nama Taksonomi Bloom, yang dicetuskan oleh Benjamin Bloom dan kawan – kawan pada tahun 1956. Benjamin Bloom adalah seorang psikolog bidang pendidikan yang meneliti dan mengembangkan mengenai kemampuan berpikir seseorang dalam suatu proses pembelajaran.

Taksonomi Bloom adalah konsep tentang tiga model hierarki yang digunakan untuk mengklasifikasikan perkembangan pendidikan anak secara objektif. Tiga model aspek tersebut adalah kognitif, afektif dan psikomotorik.


A. Kognitif

Untuk mengetahui lebih jauh tentang tiga aspek dalam taksonomi Bloom ini, kita perlu menjabarkan pengertian dari masing – masing aspek satu persatu:

1. Pengertian Kognitif
Aspek kognitif menjadi aspek utama dalam banyak kurikulum pendidikan dan menjadi tolok ukur penilaian perkembangan anak. Kognitif yang berasal dari bahasa latin cognitio memiliki arti pengenalan, yang mengacu kepada proses mengetahui maupun kepada pengetahuan itu sendiri.
Dengan kata lain, aspek kognitif merupakan aspek yang berkaitan dengan nalar atau proses berpikir, yaitu kemampuan dan aktivitas otak untuk mengembangkan kemampuan rasional. Dalam aspek kognitif dibagi lagi menjadi beberapa aspek yang lebih rinci yaitu:
  • Pengetahuan ( Knowledge)
Aspek ini adalah aspek yang mendasar yang merupakan bagian dari aspek kognitif. mengacu kepada kemampuan untuk mengenali dan mengingat materi – materi yang telah dipelajari mulai dari hal sederhana hingga mengingat teori – teori yang memerlukan kedalaman berpikir. Juga kemampuan mengingat konsep, proses, metode, serta struktur.
  • Pemahaman ( Comprehension)
Aspek ini lebih tinggi daripada aspek pengetahuan. Mengacu kepada kemampuan untuk mendemonstrasikan fakta dan gagasan dengan mengelompokkan, mengorganisir, membandingkan, memberi deskripsi, memahami dan terutama memahami makna dari hal – hal yang telah dipelajari. Memahami suatu hal yang telah dipelajari dalam bentuk translasi (mengubah bentuk), interpretasi (menjelaskan atau merangkum), dan ekstrapolasi (memperluas arti dari satu materi).
  • Penerapan ( Application)
Tujuan dari aspek ini adalah untuk menerapkan materi yang telah dipelajari dengan menggunakan aturan serta prinsip dari materi tersebut dalam kondisi yang baru atau dalam kondisi nyata. Juga kemampuan menerapkan konsep abstrak dan ide atau teori tertentu. Penerapan merupakan tingkat yang lebih tinggi dari kedua aspek sebelumnya yaitu pengetahuan dan pemahaman.
Baca juga:
  • Analysis (Analisa)
Menganalisa melibatkan pengujian dan pemecahan informasi ke dalam beberapa bagian, menentukan bagaimana satu bagian berhubungan dengan bagian lainnya, mengidentifikasi motif atau penyebab dan membuat kesimpulan serta materi pendukung kesimpulan tersebut. Tiga karakteristik yang ada dalam aspek analisa yaitu analisa elemen, analisa hubungan, dan analisa organisasi.
  • Sintesis ( Synthesis)
Sintesis termasuk menjelaskan struktur atau pola yang tidak terlihat sebelumnya, dan juga mampu menjelaskan mengenai data atau informasi yang didapat. Dengan kata lain, aspek sintesis meliputi kemampuan menyatukan konsep atau komponen sehingga dapat membentuk suatu struktur yang memiliki pola baru. Pada aspek ini diperlukan sisi kreatif dari seseorang atau anak didik.
  • Evaluasi (Evaluation)
Adalah kemampuan untuk berpikir dan memberikan penilaian serta pertimbangan dari nilai  – nilai materi untuk tujuan tertentu. Atau dengan kata lain, kemampuan menilai sesuatu untuk tujuan tertentu. Evaluasi ini dilakukan berdasarkan kriteria internal dan eksternal.
 
 

B. Afektif

Ranah afektif adalah materi yang berdasarkan segala sesuatu yang berkaitan dengan emosi seperti penghargaan, nilai, perasaan, semangat, minat, dan sikap terhadap sesuatu hal. Pada ranah afeksi, Bloom menyusun pembagian kategorinya dengan David Krathwol yaitu:
  • Penerimaan ( Receiving/Attending)
Mengacu kepada kemampuan untuk memperhatikan dan merespon stimulasi yang tepat, juga kemampuan untuk menunjukkan atensi atau penghargaan terhadap orang lain. Dalam domain atau ranah afektif, penerimaan merupakan hasil belajar yang paling rendah. Contohnya, mendengarkan pendapat orang lain.
  • Responsif (Responsive)
Domain ini berada satu tingkat di atas penerimaan, dan ini akan terlihat ketika siswa menjadi terlibat dan tertarik terhadap suatu materi. Anak memiliki kemampuan berpartisipasi aktif dalam suatu pembelajaran dan selalu memiliki motivasi untuk bereaksi dan mengambil tindakan. Contoh, ikut berpartisipasi dalam diskusi kelas mengenai suatu pelajaran.
  • Penilaian (Value)
Domain ini mengacu pada pentingnya nilai atau keterikatan diri terhadap sesuatu, seperti penerimaan, penolakan atau tidak menyatakan pendapat. Juga kemampuan untuk menyatakan mana hal yang baik dan yang kurang baik dari suatu kegiatan atau kejadian dan mengekspresikannya ke dalam perilaku. Contoh, mengusulkan kegiatan kelompok untuk suatu materi pelajaran.
  • Organisasi (Organization)
Tujuan dari ranah organisasi adalah penyatuan nilai, sikap yang berbeda yang membuat anak lebih konsisten dan membentuk sistem nilai internalnya sendiri, dan menyelesaikan konflik yang timbul diantaranya. Juga mengharmonisasikan berbagai perbedaan nilai yang ada dan menyelaraskan berbagai perbedaan.
  • Karakterisasi (Characterization)
Acuan domain ini adalah karakter seseorang dan daya hidupnya. Kesemua hal ini akan tercermin dalam sebuah tingkah laku yang ada hubungannya dengan keteraturan pribadi, sosial, dan emosi. Nilai – nilai telah berkembang sehingga tingkah laku lebih mudah untuk diperkirakan.

C. Psikomotorik

Psikomotorik adalah domain yang meliputi perilaku gerakan dan koordinasi jasmani, keterampilan motorik dan kemampuan fisik seseorang. Keterampilan yang akan berkembang jika sering dipraktekkan ini dapat diukur berdasarkan jarak, kecepatan, kecepatan, teknik dan cara pelaksanaan. Dalam aspek psikomotorik terdapat tujuh kategori mulai dari yang terendah hingga tertinggi:
  • Peniruan 
Kategori ini terjadi ketika anak bisa mengartikan rangsangan atau sensor menjadi suatu gerakan motorik. Anak dapat mengamati suatu gerakan kemudian mulai melakukan respons dengan yang diamati berupa gerakan meniru, bentuk peniruan belum spesifik dan tidak sempurna.
  • Kesiapan
Kesiapan anak untuk bergerak meliputi aspek mental, fisik, dan emosional. Pada tingkatan ini, anak menampilkan sesuatu hal menurut petunjuk yang diberikan, dan tidak hanya meniru. Anak juga menampilkan gerakan pilihan yang dikuasainya melalui proses latihan dan menentukan responsnya terhadap situasi tertentu.
  • Respon Terpimpin 
Merupakan tahap awal dalam proses pembelajaran gerakan kompleks yang meliputi imitasi, juga proses gerakan percobaan. Keberhasilan dalam penampilan dicapai melalui latihan yang terus menerus.
  • Mekanisme
Merupakan tahap menengah dalam mempelajari suatu kemampuan yang kompleks. Pada tahap ini respon yang dipelajari sudah menjadi suatu kebiasaan dan gerakan bisa dilakukan dengan keyakinan serta ketepatan tertentu.
  • Respon Tampak Kompleks
Ini tahap gerakan motorik yang terampil yang melibatkan pola gerakan kompleks. Kecakapan gerakan diindikasikan dari penampilan yang akurat dan terkoordinasi tinggi, namun dengan tenaga yang minimal. Penilaian termasuk gerakan yang mantap tanpa keraguan dan otomatis.
  • Adaptasi
Pada tahap ini, penguasaan motorik sudah memasuki bagian dimana anak dapat memodifikasi dan menyesuaikan keterampilannya hingga dapat berkembang dalam berbagai situasi berbeda.
  • Penciptaan 
Yaitu menciptakan berbagai modifikasi dan pola gerakan baru untuk menyesuaikan dengan tuntutan suatu situasi. Proses belajar menghasilkan hal atau gerakan baru dengan menekankan pada kreativitas berdasarkan kemampuan yang telah berkembang pesat.



Sumber referensi :
https://dosenpsikologi.com/kognitif-afektif-dan-psikomotorik

7 Macam Cuti Karyawan yang Wajib Anda Ketahui

Berbagi Ilmu-Jika anda adalah seorang karyawan, maka anda wajib tahu macam-macam cuti yang bisa kita dapatkan dari perusahaan tempat kita bekerja. Berikut ini adalah 7 macam cuti karyawan diperusahaan yang sudah diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan kita di Indonesia.

      1. Cuti Karyawan Tahunan

        Setiap karyawan wajib memperoleh sedikitnya 12 hari untuk cuti tahunan, namun dengan kondisi karyawan tersebut harus sudah bekerja minimal 1 tahun atau 12 bulan lamanya di suatu perusahaan. Lalu bagaimana ketentuannya bagi karyawan yang bekerja kurang dari 1 tahun dan ingin mengambil cuti karyawan?
        Pada Pasal 79 ayat (2) dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, karyawan yang berhak mendapat cuti tahunan 12 hari adalah karyawan yang sudah bekerja minimum 1 tahun di perusahaan. Namun, terdapat beberapa ketentuan yang menjadi wewenang perusahaan mengenai hak cuti karyawan, perusahaan mempunyai pilihan untuk menolak permintaan cuti tersebut, atau memberikan ijin sebagai cuti di luar tanggungan dan perusahaan dapat melakukan pemotongan gaji pekerja tersebut dengan prorata sesuai waktu absennya. Tetapi pada dasarnya kebijakan cuti karyawan sangat tergantung pada perusahaan, karena dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa pelaksanaan cuti tahunan ditetapkan berdasarkan hasil diskusi antara karyawan dan perusahaan.
      2. Cuti Sakit

        Pada dasarnya tidak ada batasan untuk cuti sakit, tetapi kebijakan ini tergantung pada perusahaan masing-masing. Apabila Anda sakit, anda berhak mendapatkan izin tidak masuk kantor selama Anda memiliki surat keterangan dari dokter. Lama masa cuti sakit bergantung pada lama istirahat yang dicantumkan dokter di surat keterangan tersebut.
        Bagi wanita, cuti menstruasi/haid tercantum pada undang-undang, pada pada hari pertama dan hari keadua apabila merasakan sakit.
      3. Cuti Hamil

        Peraturan mengenai cuti hamil tertulis pada pasal 82 ayat (1), di dalam pasal tersebut dituliskan bahwa perempuan yang sedang hamil berhak untuk mendapatkan waktu cuti 1.5 bulan sebelum kelahiran dan 1.5 bulan setelah kelahiran. Selama cuti hamil, karyawan wanita masih berhak untuk mendapatkan gaji secara utuh dari perusahaan, ini tercantum pada pasal 84 UU Nomor 13 tahun 2003. Cuti hamil tidak mengurangi jatah cuti tahunan karyawan wanita.
      4. Cuti Besar

        Cuti besar diberikan kepada karyawan yang sudah memberikan loyalitasnya kepada perusahaan, biasanya cuti besar ini diberikan kepada karyawan yang telah bekerja minimum 6 tahun, namun peraturan mengenai cuti besar ini diberikan tergantung pada perusahaan, karena ada perusahaan yang tidak menyediakan cuti besar ini. Jatah cuti besar ini tidak mengurangi jatah cuti tahunan karyawan.
      5. Cuti Penting

        Cuti penting merupakan cuti yang diperbolehkan apabila terdapat keperluan-keperluan penting yang harus dilakukan, peraturan mengenai cuti penting adalah sebagai berikut:
        – Karyawan Menikah, diberikan cuti selama 3 hari
        – Menikahkan anak, diberikan cuti selama 2 hari
        – Mengkhitankan anak, diberikan cuti selama 2 hari
        – Membaptiskan anak, diberikan cuti selama 2 hari
        – Istri melahirkan atau mengalami keguguran, diberikan cuti selama 2 hari
        – Suami/istri, orang tua/mertua, anak atau menantu ada yang meninggal dunia, diberikan cuti selama 2 hari
        – Anggota keluarga di satu rumah meninggal dunia, diberikan cuti selama 1 hari
        Peraturan mengenai cuti penting ini diatur dalam pasal 93 ayat (4) dalam UU nomor 13 tahun 2003.
      6. Cuti Bersama

        Cuti bersama adalah hari dimana karyawan di seluruh perusahaan mendapatkan cuti yang diatur oleh pemerintah, penghitungan cuti bersama ini merupakan bagian dari cuti tahunan, maka apabila Anda mengambil cuti pada hari cuti bersama maka ini akan memotong jatah cuti tahunan Anda.
      7. Cuti Berbayar

        Cuti berbayar adalah cuti dimana perusahaan masih memberikan upah atau gaji kepada karyawan, walaupun karyawan mengambil cuti. Pada pasal 93 UU nomor 13 tahun 2003, diberitahukan bahwa karyawan tidak akan mendapat upah apabila tidak masuk kerja.
        Perusahaan wajib membayar upah karyawan pada kondisi cuti sakit, cuti penting, cuti melahirkan, dan cuti ketika Anda melakukan kewajiban terhadap negara, ibadah, atau cuti karena tugas dari perusahaan. Khusus untuk cuti sakit, 4 bulan pertama Anda akan dibayar upah penuh, apabila masih sakit maka akan dibayarkan 75% untuk 4 bulan kedua, dan apabila masih belum sembuh setelah 8 bulan maka karyawan memperoleh upah 50%, dan untuk bulan-bulan selanjutnya akan dibayarkan 25% sampai pemutusan hubungan kerja karyawan.
Macam-macam cuti diatas adalah cuti standar yang ditetapkan pemerintah bagi perusahaan di Indonesia. Tapi ingat ada perusahaan yang menerapkan standat tambahan dalam memberikan cuti kepada karyawannya.

Yang terpenting bagi kita sebagai karyawan adalah jangan kita hanya tahu hak kita saja, tapi kita juga harus ingat kewajiban kita kepada perusahaan agar terjadi keseimbangan dan simbiosis mutualisme antara pengusaha dan karyawan.

Hidup Buruh Indonesia !!!

Bagaimana Menjadi Karyawan Yang Baik ?

"Bekerjalah dengan ikhlas dimana pun kau bekerja, tunjukan kemampuan terbaikmu tanpa harus menjilat dan menjatuhkan temanmu. Mereka (atasan) mu tak buta untuk melihat, tak buta untuk mendengar dan terpenting jangan menjadi pagar makan padi" (Simon tay, 100117).


Dari potongan kata bijak di atas ada banyak hal yang bisa kita pelajari jika kita ingin sukses sebagai seorang karyawan, di antaranya :
  • Ketika kita memutuskan untuk bekerja, baik baik untuk perusahaan kita sendiri atau pun ketika kita menjadi karyawan di perusahaan lain hal yang harus kita miliki adalah keikhlasan. Ikhlas bekerja bukan semata-mata hanya bentuk kewajiban kita kepada perusahaan tapi bentuk tanggung jawab kita kepada keluarga yang mana dari kita bekerja kita mendapat upah/gaji yang dengannya kita bisa membiayai hidup keluarga kita. Jangan lupa juga bahwasannya bekerja adalah salah satu bentuk ibadah kita kepada sang khalik. jadi jika kemarin kita belum ikhlas bekerja maka mulai sekarang mari benahi niat kita di dalam bekerja sehingga ada timbal balik yang positif antara hak dan tanggung jawab, dan terjadi hubungan simbiosis mutualise yang saling berkesinambungan.
  • Jangan menjadi penjilat, bermental pengemis dan mudah putus asa. mejaga hubungan yang baik dan harmonis antara atasan dan bawahan haruslah terjalin baik. karena tanpa itu maka akan sering terjadi miss comunication sehingga akan ada hal yang tak berjalan secara benar. bukan berarti kemudian si bawahan mencari muka, bermanis-manis dan bahkan menjatuhkan kawan untuk mendapatkan perhatian dan pujian. jauhi, karena bos tak buta untuk melihat dan tuli untuk mendengar.
  • Dan yang terpenting adalah jangan menjadi musuh dalam selimut yang menghancurkan perusahaan. Karena ketika "pagar makan padi" maka sungguh karir, kehidupan dan tentunya masa depan perusahaan akan mengalami goncangan.

akhirnya, semoga kemudahan senantiasa mendampingi setiap langkah kita dan jadi kan permasalahan sebagai sebuah proses menuju pendewasaan guna menjadi pribadi yang lebih baik.

Contoh Peluang Usaha Bagi Guru

Berbagi Ilmu- Kali ini merupakan referensi bisnis yang akan seribu peluang bagikan khususnya bagi tenaga pengajar baik itu guru yang telah di angkat menjadi PNS maupun guru yang masih honorer. Memulai bisnis sampingan merupakan jalan terbaik untuk guru mengingat saat ini kebutuhan ekonomi yang terus meningkat namun penghasilan guru masih belum mencukupi, terlebih lagi bagi guru honorer.

Memulai usaha tidak perlu malu, ragu, anda harus yakin dengan usaha yang nantinya anda jalankan. Pada umumnya guru memiliki waktu luang yang banyak, karena kegiatan mengajar di mulai dari pagi hari hingga siang atau sore hari. Dengan waktu luang yang banyak maka bisa anda manfaatkan untuk menjalankan bisnis atau usaha sampingan bagi guru.
Contoh Peluang Usaha Sampingan Bagi Guru Yang Mudah

Namun pastikan usaha yang anda jalankan tidak terlalu menguras tenaga, agar nantinya tidak menganggu pekerjaan utama anda sebagai guru. Karena bagaimanapun juga profesi guru merupakan pekerjaan yang mulia. Dan ini dia beberapa contoh usaha sampingan bagi guru yang bisa anda coba sebagai usaha sampingan menjanjikan.

Contoh Peluang Usaha Sampingan Bagi Guru


1. Jasa Les dan Les Privat

Guru sudah terbiasa dengan kegiatan mengajar dan memiliki pengalaman yang sangat mumpuni. Tentunya memulai bisnis sampingan les atau les privat bukanlah hal yang sulit. Anda bisa memulai usaha ini selepas pulang dari mengajar di sekolah. Untuk lokasi bisa di rumah anda sendiri, sedangkan untuk les privat anda bisa mendatangi rumah murid untuk memberikan les.

2. Jasa Pengetikan dan Print

Jasa pengetikan dan print sangat di butuhkan banyak orang saat ini, biasanya orang yang membutuhkan jasa ini tidak memiliki banyak waktu sekedar untuk mengetik seperti mengetik makalah, undangan, tugas dan masih banyak lagi. Jasa pengetikan cukup menjanjikan terlebih apabila anda tinggal di dekat universitas, sekolah atau instansi. Bagi anda yang ahli dalam bahasa inggris atau anda seorang guru bahasa inggris maka terima ketikkan dalam bahasa inggris saja, karena tarif per lembar cukup mahal, hingga Rp. 3000,-/lembar.

3. Menjadi Blogger Profesional

Apakah anda pernah mendengar istilah blogger atau istilah bisnis online?. Menjadi blogger selain bisa berbagi informasi juga bisa di jadikan lahan mencari rupiah. Blogger adalah orang yang memiliki blog atau website, apabila ada yang memasang iklan pada blog tersebut maka orang yang memiliki blog tersebut akan di bayar. Anda bisa belajar menjadi blogger secara bertahap. 

4. Menjadi Reseller

Selain menjadi blogger anda juga bisa menjadi reseller. Sama halnya dengan blogger, modal awal yang di butuhkan hanya laptop dan modem (jaringan internet). Anda bisa menjadi reseller, yakni menjualkan atau memasarkan produk orang lain melalui media baik itu blog maupun langsung kepada orang lain secara luas maupun lingkup kecil.

5. Jual Pulsa

Pulsa menjadi kebutuhan setiap orang yang memiliki telepon genggam. Selain itu, saat ini listrik juga ada yang menggunakan pulsa yakni pulsa token listrik. Apabila anda memiliki modal yang pas-pasan lebih baik menjual pulsa elektrik untuk ponsel saja, karena pulsa token listrik membutuhkan printer untuk mengeprint struk dari token listrik itu sendiri.